sayap – sayap

Bird Julian Böck

Kemarin, ketika bertudung payung
Ku teringat dengan kalian
kau dan sayap – sayapmu

Apa kabar sayapmu
Kadang sayap tak ingin terbang
karena setiap kepakannya adalah janji
Dan ia khawatir, itu terlalu berat buatmu

Apa kabar dirimu
Masihkah kau simpan setiap bayang – bayang negeri yang kau ceritakan padaku
Aku tahu
Kau pasti sedang merajuk,
padaku dan mungkin pada sayap – sayap.

kadang sayap tak ingin pergi
Karena setiap hembusan angin adalah cobaan
Dan ia khawatir, itu terlalu besar buatmu

ingin saja kupinjamkan, milikku
Tapi aku sadar ketakutanku tak lebih kecil dari sayap – sayap
Aku takut, kau takut
Lantas terjatuh dan merasa nyaman
Enggang terbangun.
Aku takut, kau rindu
Pada tanah dan pada diriku.
Aku takut jika aku benar – benar takut
Pada dirimu dan sayap – sayap
Yang percaya setiap awan yang kau temui adalah kawan lama yang tertidur sebentar, menunggu kalian menyapa.

*credit
Image by Julian Böck via unsplash

how big my love?

c5cjBc9sRJKPYSmtzfBJ_DSC_7452

Sehabis Januari kau bertanya sebesar apa cintaku
Apa bisa ku kata !
kau tunggu sebaris kalimat yang maha

Sebesar apa!

Kau cahaya ku, tapi tidak sebesar cahaya cinta mereka.
Kau kedamaian, tapi tidak pula sebesar damai mereka.

Tapi percayalah
Kau cahaya yang buatku damai. Itu dirimu
Sebesar apa cintaku ?
aku mencintai, hanya itu.
yang lebih besar dari itu
tiada ku tahu lagi

(2016)

*credit
Image by Daria Sukhorukova via unsplash

dan bila

photo-1418874478290-e7bc1086d373

Berapa lama aku tak menikmati malam dalam mimpi? Aku tak tahu.

Terlalu lama aku rasa. Aku sedang menyakiti diri dengan segala yang aku mampu.

Bila saatnya tiba, ketika … oh … aku harap bukan karena terlalu lelah, tapi karena aku ingin menyudahi kebodohan yang sedari awal aku tahu.

dan bila aku tak juga sadar akan sesuatu yang terlampau jelas, bahkan seorang gila tahu. Maka terkutuklah aku.

dan bila seorang terkasih bersuka cita mengulurkan seutas kasihnya pada diri bermuka masam ini. Sungguh hina bila menepisnya

dan bila seorang kawan sudi melipur lara jiwa nelangsa ini maka dia adalah saudara sehidupku.

dan bila ‘bila’ telah menguap bersama semua andaian-andaian yang merantai kedua kaki dan tanganku. Oh … sungguh itu adalah inginku yang terbesar.

bahkan bersama harapan – harapan yang dipenuhi beribu warna yang tak pernah terjangkau mata, irama – irama yang memanjakan hati, hamparan bebungaan yang sedap baunya. Sungguh tiada yang mampu, kecuali yang menghendaki hati ini.

(2016)

*credit
Image by Jordan McQueen via unsplash

menjadi sebiru

Jacob Sapp.jpeg
Via unsplash.com

Menjadi payung tanpa penyangga, seperti hamparan atap dengan tiang-tiang kokoh. Membiarkan apa dinaunginya tumbuh kian tinggi, menjulang, menyuburkan.

Hantaran kedamaian, berasal dari selatan membumbung tinggi bersama sekumpulan sapuan memutihkan. Membangunkan yang hidup dari bisikan – bisikan angin yang sedari tadi berhela-hela
tak tersentuh hingga sekarang, sampai kapanpun dan oleh siapapun kecuali sang raja kehidupan menghendakinya.

Mengirimkan perasaan damai disetiap hati
kehidupan, tersenyum dan tertawa di titik tak
tersentuh, memberi kehidupan seperti atapnya. Hingga, menunggulah sekumpulan itu untuk menyentuhkan jidat mereka ke tanah.

Bisa saja bercanda dengan atap , tapi tak sanggup membuat iri kepakan sayap meniupkan suling menulikan. Meminang saja apa yang dinaunginya, karena tentu mencinta apa yang terlahir darinya

adalah karunia cintanya.

(2013)

 

*credit
Image by Jacob Sapp via unsplash