Tisa Mae

Dalam kepingan memori
akhirnya merekah

walau bunga padi tak dapat ditundukkan
namun sang penerjemah hujan tetap datang

diantara semua keheningan
biarlah semua kata,warna dan hujan milik mereka saja
karena bunga bukanlah nama
tidak membawa harum, tidak duri, tidak pula merah
karena ia tak perlu menjadi bunga

sayang, selama ini kita tetap berbeda
dalam segala hal, apapun itu
namun tidak untuk bidadari kecil
yang ditangannya mengenggam cerita
dan dimulutnya semula bermula

pengaduannya tentang rindu
tak pernah membohongi
hanya saja tak ada arti yang tertahan di balik hujan saat ini

walau malam dan tawa hanya sepintas lalu
karena siang dan tangis kemudian berkuasa

bila saja harus percaya tak ada senyum yang dusta
biarlah senyum dustai aku saat ini
jangan lagi membawa beban
dan tidak ada lagi muram durja di kerajaanku
sebab telah seribu tangis tumpah dibawah hujan

(Desember 2013)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s