Berdusta Dirimu

diam-diam engkau merasa mampu menipu tuhanmu, tahukah engkau sayangku
tuhan kini tersenyum, ia memperhatikan

jauh ?,
tidak
sungguh dekat, terlalu dekat
lebih dekat dari kematian yang setiap hari kau dengungkan dibalik pintu kamar kita
ia tahu, selalu dan akan selalu tahu

apakah engkau sekarang tengah mempermainkan tuhanmu sayang?, harapan kosong!
sekosong putih dirimu dulu, sayang
sayang, sungguh sayang dirimu tak juga jemu dengan semua ini
masa depan tak tentu datang, masa lalu tak tentu pergi
berdusta dirimu.

(2013)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s