Aku belajar untukmu, ibu

wp-1473378083152.jpeg

Hari ini kubelajar menjadi seorang bisu,
ingin menatapmu saja,
lebih lama dari biasanya, jauh lebih lama.
Engkau semakin tua.
Sedang kuakan dewasa.

Jika engkau pergi,
untuk apa lagi aku berkata.
Engkau bisa saja bukan yang terbaik,
tapi setidaknya engkau wanita terindah bagiku,
tutur halus mendamaikan,
diam sunyi menenteramkan.

Jika engkau pergi,
kepada siapa lagi kepala ini bersandar.

Jika engkau pergi,
kepada siapa lagi yang merayu rambutku.

Jika engkau akan pergi,
ajari aku berdamai dengan sedih, karena kutakmampu.

Jika engkau telah pergi, doaku untukmu.

Jika engkau telah pergi
engkau akan pergi dengan senyum.

Jika …
jangan biarkan aku berkata
“ini anakmu, tak akan lagi membiarkan tetesan kesedihan menyentuh pipimu”.

(2013)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s