Aku Mencintai Kalian Berdua, Sungguh !

Adakalanya saya merasa di level “cukup bijak” untuk menasehati seseorang! Namun hitungan munculnya pun sekali purnama saja, bahka bisa lebih. Berkata ini, itu dan menjelma menjadi -hmm ya, seperti sebutan manusia -manusia yang memiliki ilmu berlebih- lalu setelah kerongkongan saya kering, saya sadar tak sepatah katapun yang memiliki izin untuk keluar, mereka meloncat saja. Memikirkannya pun terasa begitu berat.

Ternyata.
Butuh keberanian untuk itu.

Untuk seseorang yang kita Cintai seharusnya kita bisa berbuat lebih. Terkadang, kata saja tak cukup. Butuh lebih dari pada itu, mereka butuh tindakan kita. Selama ini Cinta rasanya terlalu terbatas, sesuatu yang tak terlihat namun katanya lebih intens membuatnya nampak kaku. Sehingga percikan pun tak lagi sampai kepada yang kita Cintai, saya pun ragu.

Pantaskah ia untuk menerima Cinta kita ?

Sumber Gambar : From http://www.oprah.com/relationships/What-Real-Love-Is-Like-Couples-Therapist-Advice | dicatut tanpa izin 😦 semoga beliau ridho…)

Berapa banyak lagi pikiran seperti ini melayang dan seberapa banyak lagi penurunan makna Cinta lantaran keegoisan kita sendiri. Bahkan saat ini pun – walau tak ingin disebut menghakimi- berapa banyak diantara kita memaknai Cinta sebatas lingkaran antara, hmm percintaan egois antara sepasang kekasih? (walau tak semuanya 😀 berfikir demikan kan?!).

Beberapa hari yang telah lalu. Memiliki seseorang yang dicintai adalah anugerah, namun dua lebih baik. Karena menurutku satu terlalu menampakkan keegoisan. 

Memberi lebih banyak untuk mendapatkan apa?. Dan, yang banyak itu hanya tumpah pada satu?. Jelas mencintai dua memiliki feedback yang lebih banyak dari satu, ini logika sederhana dan andai saja sesederhana itu barangkali kita tak perlu saling beradu kasih.

Biarlah Ungkapan “Lebih Baik hilang satu dari pada semuanya” menjadi orang luar saja. Saya tak ingin salah satu dari kalian menghilang. Baik satu maupun keduanya. Kenapa pula aku harus memilih kehilangan salah satu dari kalian. Jadi maafkan aku bila seperti ini.

Aku, kau dan dia ada dalam lingkaran ini, lingkaran yang akan terlihat aneh takkala salah satu dari kalian tiada. Sungguh Kalian adalah wanita-wanita hebat yang pernah dimiliki Surga, Insyaallah.

Sumber Gambar: http://www.dnj.com/story/life/2015/02/19/circle-love-event-empowering-women/23693307/ |

Tentu sedari awal kita tahu semakin dekat kita dengan cinta maka semakin kuat pula ujian ikatan ini. Saya hanya ingin mengatakan, mengapa tak kita lalui saja semua problema klasik ini lalu duduk bersama, melingkar tentunya. Lalu kita lihat sejauh mana hikmah cobaan ini bisa membuat kita tertawa, seberapa nikmat semuanya hingga membuat kita menertawakan diri sendiri. Tidakkah ini begitu menyenangkan ?

Salam cinta

Catatan sang penanggung beban di sore hari.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s