Kemana sang “detektif” ?

photo-1439003511744-2a0490ea0a88

Kemarin, ketika sedang mati lampu lagi hujan. Saya berkunjung ke rumah seorang abang. Beliau sedang menggarap studio sekaligus dijadikan kantor usahanya yang bergerak dibidang sablon spesialis kaos.

Berhubung beberapa tahun yang lalu ketika memiliki ide awal usaha tersebut, saya dipercaya untuk menggarap brand beliau yang bernama Artalenta. Jadi saya juga dipercaya buat bantu – bantu merancang interior studio miliknya.

Tapi kali ini saya tak akan bercerita tentang proses make up studio beliau. Nah … ini tentang adik beliau yang memiliki kegemaran yang sama denganku, menulis. Ditengah pembicaraan kami dengan bantuan cahaya alami. Beliau tiba – tiba menyinggung soal adiknya yang tengah menggarap sebuah novel. Yah … lama sebelumnya adik be … – tunggu saya tiba – tiba lelah menyebut kata “beliau”. Nama abang saya itu K Imam – adik K Imam memang pernah bercerita soal minatnya membuat sebuah novel.

Saya selalu suka membaca karya – karya awal teman – teman se minat. Makannya ketika PLN berbaik hati menerangi kembali percakapan kami, tak butuh lama saya lalu menyambangi kamar adik K Imam. Bisa saya rasakan gairahnya, serasa bernostalgia sendiri ketika awal – awal berkenalan dengan dunia ini. Ia terus bercoloteh tentang karyannya dan banyak bertanya ini itu tentang dunia kepenulisan yang hanya bisa saya jawab dengan pengetahuan ala kadarnya mengingat ilmu saya yang juga terbatas lagi masih ijo.

Saya meminta izin untuk mencopy draftnya yang rencananya akan saya baca sesampai di rumah.

image via The Imaginative Conservative

Dan … wow, saya merasa iri sekaligus kembali bersemangat buat menulis lebiiih lagi.

Walau masih banyak yang tampak amburadul namun rasanya tak mengapa, saya pun demikian, bahkan sampai saat ini. Diluar semua aturan – aturan kepenulisan, saya cukup kagum dengan idenya. Ia menulis dengan begitu jujur – ini yang mulai hilang dalam tulisan saya – tentang dunia detektif yang amat jarang kita temui dalam khazanah dunia Perbukuan kita. Tema yang murni tentang detektif kita amat sedikit bila dibandingkan dengan karya – karya luar dan ini membuatku bertanya – tanya. Padahal jika melihat karya sejenis thriller, fantasi bahkan mistery cukup banyak yang menulis dengan apik.

Saya teringat satu ungkapan yang saya lupa dimana pernah mendapatkannya. Tapi begini tulisnya …

Indonesia adalah laboratorium raksasa.

Cukup benar bila mengacu pada keanekaragaman kita. Dan ini menurut saya lebih dari cukup untuk menjadi bahan tulisan. Apalagi belakangan ini begitu banyak sandiwara – sandiwara yang mulai absurd. Nah itukan juga bisa dijadiin ide, itung – itung sekalian demo lewat tulisan. (Hihi menyinggung diri sendiri buat nulis).

Semoga kedepannya kita bisa disuguhkan lebih banyak tentang tema tersebut (saya pecinta buku detektif!!!😄)

Salam.

Selamat menulis adik. Oh iya satu yang kulupa, saya jatuh cinta dengan karakter Pak Komisaris, begitu natural dan tetap buatnya seperti itu.

Saya tunggu draft finalnya -saya baca lagi yah😁-

*credit
Image by Elijah Hail via unsplash

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s