Presiden Kita Adalah…

Satu juni kemarin, para capres-cawapres Indonesia 2014 sudah memiliki nomor urut masing-masing yang pastinya kedepan bakalan meramekan suara-suara para pendukung. Tapi asal jangan ada yang membuat hubungan lagi, kalo tanggal satu itu berarti PRAB*WO dan karena saya menulis ini pada tanggal dua berarti saya JOK*WI. Saya belum memiliki sikap kok.! Ikuti adek saya dah. Untung aja cuman dua, jadi kalo lagi sikut-sikutan cepat taunya, kalao bukan si satu yang si dua, dan yang lebih penting lagi, dengan cuman dua yang maju, diperkirakan bakalan menekan biaya ketimbang bila harus dua putaran, lumayan buat jalan di daerah saya yang belum keaspal dan sedikit uluran listrik buat Piala Dunia 2018, karena tahun ini bakalan susah mereka nontongnya.

Nah… bertepatan dengan Pemilu itu, kemarin, saya mendapat bisikan dari saudara saya yang sering dapat penglihatan aneh-aneh gitu. Saat saya betanya “ndik presiden kita nanti siapa?” terlihat santai ia hanya memberi potongan teka-teki. Dua huruf terakhir adalah OW . Wow hebat! Siapa yah?
Saya sih percaya aja sama adek saya, berhubung selama ini ia tak pernah salah. Bahkan margin errornya 0. Hebat kan ? Buktinya aja nih, katanya selama beberapa kali Pemilu Pemimpin Negara yang pernah digelar di seluruh belahan dunia ini (Pemilihan Lansung) semuanya dimenangkan oleh sang pemilik suara tertinggi. Setelah saya cek sedikit dari Pemilihan, eh.. Ternyata ia benar. Saya semakin kagum.

Kembali soal nomor satu atau dua. Sepertinya bakalan terjadi duet maut sambil joget sebagaimana lazimnya pesta Kampanye yang ternyata adalah sebuah konser musik dengan lima menit koar-koar dan satu jam lebihnya joget deh, untung aja gak pake tiket. Berbagai media sedikit banyak sudah memberikan gambaran, Masing-masing calon dinilai memiliki kans sebagai yang terpilih Pemilu mendatang. Berbagai hasil survei bahkan sebelumnya pernah digelar dipelataran mata kita. Saya pribadi gak percaya amat sama surve-survean. Adek saya. Yang ia percaya hanya satu. Kalo yang menang, itu adalah presiden Indonesia nantinya.

Di berbagai daerah saat ini pun masih ramai-ramainya berita tentang dukung-mendukung, dan yang paling sering saling klaim mengklaim. Derah ini segini, daerah itu segitu. Tapi yang aneh sih, kok gak ada yang mengklaim dearah saya. Kami kan masih tetap Indonesia, walau sedikit gak terlihat oleh mereka atau memang sering ditutupin. Kami kaya tapi kami gak dikenal. Miris.

Jadi saya,adek saya beserta orang sekampung melakukan deklarasi Dukungan. Walau sedikit beda dengan kebanyakan deklrasian diluar kami. Namun disini saya bisa melihat kedewasaan adek saya. Kami memilih untuk mendukung siapapun Presiden Terpilih, itu deklrasi kami. Kendati demikian kami sedikit kecewan dengan pengalaman yang berlalu, pemimpin terpilih tak pernah sama dengan dirinya waktu mengemis (baca:kampanye) Selalu berubah, seakan-akan mereka memiliki lebih dari satu topeng. Diluar semuanya itu, harapan adek saya sih, ketika pertama kali melihat visi-misi para calon dua itu, bingung. Menurutnya ini sih bisa dipadukan.

Kan asyik tuh andaikata Presiden terpilih nanti secara Pahlawan mengaku kalah lalu melebur untuk menyatukan Visi-Misi mereka. Tapi kalo begini kan gak ada Pemilu yah ? Cuman musyawarah aja. Hehe tapi itu cuman ada di negeri dongeng aja. Musyawarah tak dikenal lagi di bumiku.

Setelah kami semakin yakin dengan dukungan kami. Saatnya memilih warna. Putih. Walau kami gak putih-putih amat kami suka putih. Bukan perkara gak suka warna lain, karena saya pribadi sih sukanya warna kuning tapi berhubung karena mencintai warna dalam sebuh arena milih-memilih ternyata memiliki efek tertentu. Saya doyang baju warna kuning terus kebetulan lewat tempat kampanye (lawan si kuning) kan eneh hanya soal baju timbul masalah. Nah kalo sudah begini. Sekalian saja pensiunkan semua baju-baju pavorit yang beragam warna selama pemilu. Cuman make warnah putih. Lama-kelamaan dikira ustads juga deh.

Salam. Dukung mendukung.
Jena Pintara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s