Lets dance ?!

Mereka berjoget, tak henti. Baik pagi maupun hingga tengah malam. Seolah tiada lagi beban ataupun kesusahan hidup yang begitu besar, mampu meruntuhkan senyum yang kian melebar. Hingga tak tampak seperti senyuman lagi, lebih seperti sunggingang angkuh.

Biasanya, dulu saya akan cukup betah menyaksikan program acara semacam ini. Dimana, kesenangan benar-benar ada. Setidaknya, pikiran itu pernah mendominasi. Melupakan sejenak, dan benar-benar terhibur.

Itu beberapa bulan yang lalu, ketika hiburan semacam ini mungkin aku butuhkan. Namun kemudian, ketika sebuah kotak televisi tak lagi menjadi seorang teman yang kuakrapi, disela-sela semua kegiatan kegiatan berjoget itu kian ramai saja. Dan, yang berbeda. Aku tak menemukan nostalgia kesenangan yang kurasakan beberapa bulan yang lalu. Apakah ini semacam hiburan atau benar-benar pencuci otak?!
Mungkin, saya bisa menceritakan kebencian, jika ini memang seamcan kebencian dengan lebih indah. Dan suatu hari nanti, saya harus menulisnya dengan cara yang lebih beretika, namun saat ini, perlu, perut saya seoalah diguncang.*.*

Silahkan berjoget, ini hanya secarik kata-kata dari seorang Jena sahaja.

Salam pena.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s