Ruang Inap No. 6

Judul : Ruang Inap No. 6
Penulis : Anton Cheknov (Rusia)
Penerjemah : Soebagyo Toes
Penyunting : Chandra Gautama
Perwajahan sampul : Rully Susanto
Penerbit : KPG JAKARTA cet. I, Agustus 2004. XIV + 286 hlm.

Setelah pertama kali melahap Cerpen-cerpen karya Hamsad Rangkuti dalam kumpulan cerpen “Lukisan Perkawinan” saya menjadi begitu terpukai dengan cerpen yang sebelumnya ogah-ogahan jika berbicara cerpen. Saya tidak bisa pungkiri jika dalam keterbatasan ada sebuah keajaiban.

Setelah “Lukisan Perkawinan” saya kini rajin mencari kumpulan cerpen, berhubung sangat awam dalam dunia cerpen maka Sampul dan Judul menjadi senjata utama saya dalam menentukan cerpen yang akan saya baca, tak peduli siapa yang menulisnya.
Jika berbicara tentang karya luar – luar nusantara – mungkin saya menaruh banyak minat, bukan berarti karya Nusantra tidak bermutu. Belakangan saya justru terpukau dengan karya Nusantara dekade 90an. Karya-karya yang beredar disaat saya belum mengenal aksara terbukti memiliki rasa nikmat baik dalam maupun luar nusantara.Salah satunya buku yang bersampul Putih-Hijau yang baru selesai saya baca. “Ruang Inap No. 6” sebuah karya dari raja Cerpen Rusia kelahiran 1860-104, Anton Cheknov.
Dari sampulnya nuansa Dunia Kedokteran dan muram sudah terasa dan cukup memberi kode dasar. Mungkin ini berhubung dengan dunia sang penulis sendiri atau barangkali ini hanya perasaan saya saja. Yang menarik dari sampul ini adalah objek Pintu yang digambarkan begitu kusam. Dari objek pintu ini juga mewakili serpihan-serpihan dari ke sembilan cerpen yang ada, seakan menjadi portal bagi kisah-kisah Anton Cheknov yang berbau nelangsa kerakyatan,kegundahan akan hidup serta masyarakat borjuis.
Pada cerpen petama “Ruang Inap No. 6” dan “Riwayat yang membosankan” misalnya, kental dengan dunia kedokteran, sehingga dengan kemahirannya Anton Cheknov begitu bersemangat membuat cerita tak pendek. Walau tergolong Long Short Story Anton begitu piawai meracik kisah. Saya tahu ini panjang, namun saya akan tetap membacanya.
Ruang Inap No. 6 menghadirkan tokoh Andrei yang tengah mengalami pergolakan batin dan penuh perdebatan tentang esensi “rasa” yang diwakili oleh Ivan Dimitrich,salah satu pasien Ruang Inap No.6, yang berakhir dengan kematian Andrei. Lalu ada “Riwayat Membosankan” tentang seorang profesor tua yang disegani, dia adalah Nikolai Stepnovich yang menjalani hari tuanya juga dengan pergolakan batin. Kehadiran Tokoh Katya dalam “riwayat membosankan” memiliki simbolisasi dan juga bisa menjadi kebalikan dari semua sifat Nikolai.
“Manusia Dalam Kotak” hadir membawa kehidupan Paranoid yang tergambarkan melalui Tokoh Belikov. Terkunkung dengan hidupnya sendiri tanpa berani keluar. Ini terekam dalam penggalan kata “Kami pulang dari makam dengan perasaan tenteram,tapi belum sampai seminggu hidup kami sudah berjalan seperti sebelumnya, hidup yang kering,melelahkan dan kacauu…”
Beralih dari kotak, anton Cheknov membawa hawa perselingkuhan yang dikemas dalam “Wanita Dengan Anjing”. Walau cerita dengan tema ini klise, namun saya rasa sedikit menaruh perhatian kepada Anna yang menyebut suaminya sebagai “Pelayan”.
“Karya Seni” berbeda dengan sebahagian cerpen yang ada dalam buku ini namun cukup merakyat dan begitu nyata dalam keseharian. Sebuah arti pemberian namun menimbulkan dilema terlanggarkan norma kesusilaan.
“Pertaruhan”, “Bintara Prishibeyev” serta “Bunglon” adalah tiga cerpen yang juga menarik, walau saya menangkap kesan hampir sama dalam ketiga cerpen ini. Keterkunkungan manusia dari dirinya sendiri.
Dari sekian cerpen yang ada ada satu cerpen yang kurang saya mengerti “Roman Dengan Kontrabas”, walau menarik namun tetap saja sulit menangkap maksud dari cerpen ini. Walau demikian keseluruhan dari kumpulan cerpen “Ruang Inap No. 6” karya Anton Cheknov memang pantas untuk diapresiasi. Menghadirkan cerpen mudah dicerna tanpa bahasa yang membuat orang awam bingung. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s