Kesempatan Kedua

Judul : Kesempatan Kedua
Penulis : Jusra Chandra
Editor : Mira Rainaya
Penerbit : Grasindo. Cet. I Agustus 2006. ix + 277 hlm.

Sepertia biasanya, saya terlalu perhatian dengan cover. Mungkin juga karena saya memiliki minat yang besar dalam dunia Desain. Ibarat Toko, sampul adalah etalasenya dan alasan pertama orang untuk menjatuhkan sikap.

Cover yang bernuansa Biru-Merah seakan menjadi latar yang pas untuk sebuah ikonik Hati yang penuh dengan tambalan. – cinta itu memang proses bukan hasil, kalau boleh saya bilang – . Simbol hati yang menyatu melalui tambalan tergambarkan dari ending cerita ini. Tuh kan dari Sampul kita bisa menebak ending suatu cerita.
Masih tentang sampul, selain ada ikon Hati, sosok lelaki yang mungkin gambaran seorang Joko dan burung adalah gambaran Nadiah. Melepaskan adalah hal pertama dalam pelajaran Ikhlas. Tapi saya agak terganggu dengan penempatan Nama penulis yang yang tiba-tiba muncul diatas warna putih yang serasa begitu asing bagi keseluruhan gambaran sampul. Tapi mantap lah.
Novel yang tergolong Flashback ini, terlebih dahulu menghadirkan Prolog. Memberikan Clue sehingga memungkinkan untuk mengetahui ending cerita ini. Dan ini pula yang menjadikan Novel ini begitu mudah ditebak dari sampul lalu Prolog sebenarnya bisa saja membuat calon pembaca untuk lekas menutup buku lalu menyetel TV.
Awal membacanya saya bisa mendapati buku ini adalah Picisan, namun dugaan saya meleset. Dengan aliran problema yang ada, mampu membuat saya naik darah juga dengan tingkah Joko yang sok western, tapi lagi-lagi banyaknya clue yang tersebar yang diracik dengan begitu transparan membuatnya begitu susah untuk mengatur emosi. Hehe…jadinya tidak ada ajang menebak-nebak.
Walau klise dan berbaur ribuan clue justru endingnya gak keteba. Walau esensi dari tebakan saya sama namun alurnya itu yang membuatku tertawa. Cukup lucu bin cerdas menurut saya menghadirkan suasan rileks setelah ketegangan serta bosan yang setiap saat melanda.
Dan satu lagi yang aku tidak suka. PROMOSI terselubung. Adanya dua judul buku yang sering diulang yang juga merupakan buku karya penulis juga. Tidak ada larangan saya rasa namun ini terkesan “murahan” dan menganggu kelancaran pembaca seperti saya yang membeci hal seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s